Acara ini bukanlah sekadar pawai biasa, melainkan sebuah prosesi sakral napak tilas sejarah perpindahan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake sebuah pusaka peninggalan Kerajaan Pajajaran yang memiliki nilai historis dan filosofis sangat tinggi bagi masyarakat Sunda. Terpilihnya perwakilan dari Nedasu merupakan bukti bahwa kualitas seni dan kedisiplinan siswa kita telah diakui untuk bersanding dalam acara berskala besar tersebut.
Inovasi Kostum Berbasis Kearifan Lokal
Dalam iring-iringan yang melintasi jalur-jalur bersejarah di Kota Bogor, delegasi Sanggar Askara Nedasu tampil sangat mencolok dengan konsep busana yang unik. Di bawah tangan dingin sang pembimbing, Ibu Misce Pebrianti Nurhamba, para siswa mengenakan kostum kontemporer yang mengangkat tema kekayaan alam.
Alih-alih menggunakan bahan kain modern, kostum ini dirancang secara khusus menggunakan anyaman janur kelapa. Material alam ini dibentuk menjadi ornamen megah yang menyerupai mahkota dan sayap artistik, melambangkan harmoni antara manusia dengan alam sebuah nilai luhur yang dijunjung tinggi dalam budaya Sunda. Keunikan kostum ini mengundang decak kagum dari ribuan pasang mata yang memadati rute kirab dari kawasan Batutulis hingga pusat kota.
Pendampingan Penuh Dedikasi
Kesuksesan penampilan ini tidak lepas dari bimbingan dan pendampingan intensif Ibu Misce Pebrianti Nurhamba. Beliau secara telaten mengawal setiap persiapan, mulai dari proses pembuatan kostum, latihan koreografi parodi, hingga mendampingi langsung para siswa selama berkegiatan di Kota Bogor.
"Menjadi bagian dari Kirab Mahkota Binokasih Sanghyang Pake ini adalah pengalaman yang sangat emosional dan membanggakan bagi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar tampil secara artistik, tetapi juga belajar menyerap semangat Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh yang menjadi esensi dari mahkota tersebut," ungkap Ibu Misce di sela-sela prosesi kirab.
Menanamkan Jati Diri Bangsa
Kehadiran perwakilan SMPN 2 Sukadana dalam acara bertaraf nasional ini menjadi sarana pendidikan karakter yang sangat efektif. Para siswa belajar mengenai sejarah besar Kerajaan Pajajaran, arti kepemimpinan yang bijaksana, serta pentingnya menjaga warisan leluhur agar tidak punah tertelan zaman.
Kepala SMPN 2 Sukadana menyampaikan rasa bangga yang sedalam-dalamnya atas partisipasi tim Sanggar Askara. Diharapkan, pencapaian ini dapat memotivasi seluruh siswa Nedasu untuk terus berani mengeksplorasi bakat mereka dan tidak ragu untuk memperkenalkan identitas budaya Sukadana ke tingkat yang lebih tinggi.
Partisipasi dalam Kirab Mahkota Binokasih Sanghyang Pake ini akan menjadi catatan emas dalam sejarah perkembangan seni di SMPN 2 Sukadana, membuktikan bahwa kreativitas tanpa batas yang berakar pada tradisi akan selalu mendapatkan tempat di hati masyarakat luas.
